Selain merugikan, merokok juga menguntungkan, Anda pasti heran jika membaca judul artikel ini. Karena semua orang hanya mengetahui merokok adalah tindakan yang merugikan. Tetapi mereka tidak melihat dari sisi positif merokok. Jika dilihat dari sisi positifnya, merokok juga memiliki keuntungan untuk seorang perokok. Namun walaupun demikian, merokok tetap merugikan. Karena disini akan diulas
keuntungan merokok,
maka artikel ini tidak akan mengulas sisi negatif merokok.
Sangat miris memang jika melihat generasi Indonesia yang sebagian besar adalah perokok aktif. Menurut Pakar Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama,Indonesia memiliki jumlah perokok aktif sebanyak 57.750.592 orang dan yang lebih mengecewakan, usia perokok aktif Indonesia adalah mulai dari usia 10 tahun. (dikutip Republika.co.id)
 |
| Selain merugikan, merokok juga menguntungkan. |
-
Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif
Dalam penelitian terbaru disebutkan bahwa 99% penderita kanker paru adalah seorang perokok aktif, tetapi 99% perokok aktif belum tentu terkena penyakit kanker paru. Perokok pasif lebih berbahaya dikarenakan perokok pasif menghirup langsung asap yang dikeluarkan oleh perokok aktif. Perokok pasif menghirup asap langsung tanpa adanya penyaring atau filter pada rokok, tentunya itulah yang menyebabkan lebih berbahaya menjadi perokok pasif.
-
Nikotin dapat membunuh kuman tuberculosis (TBC)
Seorang profesor mikrobiologi dan biologi molekuler University of Central Florida (UCF), Saleh Naser, menyatakan bahwa senyawa nikotin dapat mengurangi dan juga dapat menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes laboratoriumnya, bahkan bila senyawa nikotin digunakan dalam jumlah kecil saja.
-
Merokok dapat mengurangi resiko mengidap penyakit parkinson
Sebuah penelitian terbaru yang menyatakan bahwa merokok dapat mencegah manusia mengidap penyakit Parkinson. Penelitian tersebut secara khusus menunjukkan hubungan kebiasaan merokok dengan berkurangnya risiko mengidappenyakit Parkinson. Penelitian tersebut menggunakan objek manusia perokok aktif sebagai penelitian. Dan terbukti bahwa dampak perlindungan tubuh terhadap penyakit Parkinson akan berkurang setelah perokok aktif menghentikan kebiasaan merokoknya.
-
Perokok aktif dapat lebih cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke
Beberapa penelitian besar menunjukkan manfaat lain dari merokok, yaitu manfaat terhadap penyempitan pembuluh darah (restenosis), Sehingga aliran darah ke jantung atau otak menjadi terbatas. Karena aliran darah ke jantung terbatas maka akan menyebabkan (cardiovascular disease), begitu juga dengan aliran darah ke otak akan menyebabkan (stroke). Perokok aktif memiliki proses penyembuhan dari serangan jantung dan stroke yang lebih cepat dibandingkan orang yang tidak merokok.
Penelitian lain menyebutkan bahwa karbon monoksida (CO) yang terkandung dalam rokok dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Senyawa karbon monoksida dapat menghambat terjadinya pembekuan darah. Karbon monoksida dan oksida nitrat dapat menjaga pembuluh darah agar tetap melebar serta mencegah terjadinya penumpukan sel darah putih.
-
Perokok aktif dapat terhindar dari penyakit anemia
Di dalam rokok terkandung senyawa karbon monoksida (CO) yang menyebabkan kandungan oksigen (O2) dalam darah menurun. Jika oksigen di dalam tubuh menurun jumlahnya, tubuh akan melakukan fase kompensasi untuk menjaga keseimbangan oksigen di dalam tubuh. Fase kompensasi akan mengakibatkan Haemoglobin (Hb) semakin meningkat. Perlu diketahui bahwa Hb bertugas sebagai pengikat oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Oleh karena itu sebagian besar perokok memiliki kadar Hb yang cukup tinggi jika di lakukan uji laboratorium.